Bisa jadi kamu tidak percaya malam itu kan datang atau seperti apa itu yg namanya Malam. Yang akan terjadi terjadilah kita hadapi nanti. Ada juga mereka yang sempat mendengar dan membaca apa itu malam, mereka akan mempersiapkan perbekalan perjalanan malam. Membawa perbekalan seperti makanan, minuman, peralatan masak, tenda, sepatu, baju ganti, celana panjang, pisau, golok, senter korek api dan lain sebagainya. Persiapan itu sangatlah penting. Kita tidak mengetahui apa2 tentang malam itu sendiri, hutan apa yg akan di lewati, gunung apa yg akan di daki. Dan itulah perjalanan nanti... Bayangkan apabila saat malam datang, persiapan tidak ada, senter dan api tidak bawa. Meraba dan mencekam melewati hutan, tidak ada cahaya, tidak membawa senter, tidak pakai sepatu gelap hujan banyak binatang buas, kelaparan, ke hausan itulah orang2 yang merugi. Mereka malah membawa uang dan harta mereka ke Hutan, padahal tidak ada gunanya di tempat tersebut Di beri waktu untuk belajar memahami, di beri waktu...
Ada saat ketika matahari hampir tenggelam, dan langit berubah menjadi warna keemasan bercampur gelap. Begitulah hidup — setiap detik membawa kita lebih dekat pada perpisahan. Menjelang Sore Terakhir adalah ruang untuk berbagi renungan, kisah, dan pengingat, bahwa pada akhirnya, semua akan menyesal… entah karena terlalu sedikit berbuat baik, atau karena tak pernah memohon ampun.